form id="searchform" action="http://AlamatBlogAnda.blogspot.com/search" name="searchform" method="get">
BIOLOGI

Senin, 28 September 2009

HEWAN ANEH

BELUT LISTRIK

Beberapa ratus species ikan memiliki organ penghasil listrik, namun hanya sedikit yang dapat menghasilkan daya listrik yang kuat. Organ penghasil listrik yang dimiliki oleh kebanyakan ikan tersusun dari sel saraf dan sel otot yang telah mengalami perubahan penting. Bentuk organ listrik seperti piringan kecil yang memproduksi lendir disebut elektrosit, tersusun dan menyatu di bagian atas dari susunan lain yang sejajar. Pada umumnya, semua piringan menghadap arah yang sama yang memuat 150 atau 200 piringan setiap susunannya. Misalnya, pada ikan torpedo terdapat 140 sampai 1000 piringan listrik pada setiap kolom. Pada ikan torpedo yang sangat besar, jumlah seluruh piringan sampai setengah juta. Prinsip kerja piringan listrik ini mirip dengan cara kerja baterai. Ketika ikan beristirahat, otot-otot yang tidak berhubungan belum aktif. Namun jika menerima pesan dari saraf, akan segera bekerja secara serentak untuk mengeluarkan daya listrik. Pada saat itu, voltase semua piringan listrik atau elektrosit menyatu, sehingga mampu menghasilkan daya listrik sampai 220 volt pada ikan torpedo atau sampai 650 volt pada belut listrik.
Pada umumnya semua spesies ikan tawar hanya bersifat listrik ringan, kecuali sembilang listrik dan belut listrik. Ikan listrik yang hidup di laut memiliki tenaga listrik yang lebih kuat dan berbahaya, karena air laut mengandung garam membuat dirinya lebih tahan terhadap arus listrik. Posisi dan bentuk organ listrik ini bervariasi tergantung pada speciesnya.
Selain ikan yang dipersenjatai dengan muatan listrik potensial, ada jenis ikan lain pula yang menghasilkan sinyal bertegangan rendah dua hingga tiga volt. Jika ikan-ikan ini tidak menggunakan sinyal listrik lemah semacam ini untuk berburu atau mempertahankan diri, lalu digunakan untuk apa?
Ikan ini memanfaatkan sinyal lemah ini sebagai alat indera. Allah menciptakan sistem indera dalam tubuh ikan ini, yang menghantarkan dan menerima sinyal-sinyal tersebut.
Ikan ini menghasilkan pancaran listrik dalam suatu alat khusus di ekornya. Listrik ini dipancarkan melalui ribuan pori-pori di punggung makhluk ini dalam bentuk sinyal yang untuk sementara menciptakan medan listrik di sekitarnya. Benda apa pun dalam medan ini membiaskannya, sehingga ikan ini mengetahui ukuran, daya alir dan gerak dari benda tersebut. Pada tubuh ikan ini, ada pengindera listrik yang terus menentukan medan ini seperti halnya radar.
Pendeknya, ikan ini memiliki radar yang memancarkan sinyal listrik dan menerjemahkan perubahan pada medan yang disebabkan oleh benda yang menghambat sinyal-sinyal di sekitar tubuhnya. Ketika kerumitan radar yang digunakan oleh manusia kita renungkan, penciptaan mengagumkan dalam tubuh ikan akan menjadi jelas.
Bentuk tubuh belut listrik unik. Hampir 7/8 bagian tubuhnya berupa ekor. Di bagian ekor inilah terdapat baterai-baterai kecil berupa lempengan-lempengan kecil yang horizontal dan vertikal. Jumlahnya sangat banyak, lebih dari 5.000 buah. Tegangan listrik tiap baterai kecil ini tidak besar, tetapi kalau semua baterai dihubungkan secara berderet (seri), akan diperoleh tegangan listrik sekitar 600 volt (bandingkan dengan batu baterai yang hanya 1,5 volt).
Ujung ekor bertindak sebagai kutub positif baterai dan ujung kepala bertindak sebagai kutub negatif. Belut listrik dapat mengatur hubungan antara baterai kecil dalam tubuhnya itu untuk mendapat tegangan listrik kecil dan tegangan listrik besar.
Untuk navigasi, belut listrik hanya membutuhkan tegangan listrik yang kecil. Tetapi ketika ketemu musuh atau mangsanya, belut listrik akan memberikan tegangan semaksimal mungkin melalui kepala dan ekornya yang ditempelkan pada tubuh musuh atau mangsanya itu. Arus listrik sekitar 1 ampere yang ditimbulkan oleh tegangan listrik yang tinggi ini akan mengalir dan membunuh mereka. Hewan lain tidak terganggu karena mereka tidak bersentuhan langsung dengan ekor dan kepala belut.

gbr. belut listrik



TIKUS TANAH HIDUNG BINTANG
(Condylura cristata)








Tikus tanah hidung bintang, satu-satunya jenis tikus tanah yang hidup di daerah rawa - rawa, mampu mencari makan dan memangsa korbannya dengan kecepatan seperti kilat. Mamalia seukuran hamster ini dapat menentukan lokasi dan menelan cacing tanah serta serangga lebih cepat daripada seorang pengendara mobil yang harus mengerem mendadak di lampu merah.
Rahasia kecepatan mili-detik tikus tanah hidung bintang adalah bentuk hidungnya yang berbentuk bintang. Sejumlah 22 sungut daging di sekeliling hidung tikus tanah itu berisi lebih dari 25.000 reseptor penyentuh berukuran mikroskopis. Tikus itu menggunakan hidungnya yang istimewa untuk secara harafiah merasakan dataran disekitar tempat tinggalnya di bawah tanah.
Tikus tanah hidung bintang (
Condylura cristata) tinggal di daerah basah di Kanada, kemudian daerah-daerah bawahnya dibagian timur Amerika Serikat hingga Georgia.
Para peneliti menemukan tikus tanah bergerak begitu cepat untuk mata manusia mengikuti gerakan mereka, bekerja pada batas atas sistem saraf memproses informasi yang dikumpulkan hidung mereka. Hal ini memungkinkan tikus tanah dapat mencari makan dua kali lebih cepat dibandingkan sepupu mereka, Tikus tanah timur.

IKAN ALIGATOR (Prehistoric crocodile)










Rupanya, ukuran ikan aligator yang panjangnya bisa mencapai 3m dan
bertampang seram tidak mengecilkan minat hobiis untuk memeliharanya dalam
akuarium. Di kala masih seukuran 20 hingga 50 cm memang ikan ini enak
dilihat, baik gerakannya sewaktu menangkap pakan hidup maupun corak tubuhnya
yang bervariasi. Persyaratan apa saja yang harus dipenuhi agar ia tetap
hidup sehat dan kerasan tinggal di akuarium? Berikut ini kiatnya.
Ikan buaya tidak sama dengan buaya atau aligator. Disebut ikan buaya karena
bentuknya mirip buaya. Di daerah asalnya ikan buaya yang pada sistematika
dimasukkan ke dalam keluarga lepisosteussidae ini di kenal sebagai gar fish.
Ia hidup liar di benua Amerika di perairan Sungai Mississippi hingga Rio
Grande Del Norte yang bermuara ke Teluk Meksiko. Diketahui ada 6 spesie gar
fish yang ditemukan di alam, diantaranya spotted gar (Lepisosteus oculatus)
yang tubuhnya bertotol-totol hitam -[yang ada dikolam sekarang jenisnya ini
//alf]-, longnose gar yang moncongnya sangat panjang, dan alligator gar yang
panjang tubuhnya bisa mencapai 300cm. karena variasi bentuk dan corak warna
yang berbeda-beda itulah ikan ini banyak dikoleksi sebagai ikan hias
peliharaan di dalam akuarium kecil.
Kualitas air diutamakan.
Di habitat aslinya ikan aligator lebih banyak berdiam diri di dasar sungai
yang berair dangkal atau di sela-sela tumbuhan rawa. "Karena itu untuk
memeliharanya di akuarium tidak ada cara lain kecuali meniru sedapat mungkin
habitat aslinya," tutur Karim, pedagang ikan hias di Balai Rakyat,
Pasarminggu. Soal disatukan dengan ikan lain yang tidak sejenis menurut
Karim boleh saja asal ukurannya tidak terlalu kecil (seimbang). "Ia memang
bertampang seram, dan terlihat ganas sewaktu menangkap mangsa berupa
ikan-ikan hidup, tapi sebenarnya ia bisa bersahabat," tambah Karim.
Agar sifat ikan buaya dapat terkontrol, disamping pakan, kualitas air
akuarium dan asesori/pelengkapnya perlu diperhatikkan. Ke dalam akuarium
bisa diletakkan hamparan bebatuan supaya berkesan alami, serta dipasang kayu
api-api sebagai tempat berlindung. Kayu api-api dipilih karena selain tahan
pelapukan juga bentuknya indah dan bervariasi. Sedangkan untuk memantau
kualitas air yang merupakan bagian penting dari kehidupan ikan buaya perlu
ditambahkan alat-alat pengukur, sirkulasi, dan penyaring air.
Termometer selaku pengatur suhu bisa ditempatkan pada bagian sudut akuarium.
Dengan termometer ini suhu air yang dikehendaki ikan buaya berkisar 20 - 250
C dapat dijaga kestabilannya. Sementara sirkulator sebaiknya digunakan yang
berfilter. Filter yang bentuknya seperti kapas dan mengandung karbon aktir
ini berfungsi sebagai penyaring otoran dan mempertahankan kealakian air.
Tetapi bila kondisi air terlalu basa, maka pada butiran karbon bisa
ditambhkan Aqua-vital berbentuk serabut hingga pH air mengarah ke asam.
Kecuali alat-alat pengurkur di atas, didasar akuarium diletakkan pipa
penyedot supaya akuarium selalu bersih dari sedapat kotoran. Dengan begitu
kekhawatiran berkurangnya volume oksigen terlarut dapat dikurangi. Perlu
diketahui bila volume oksigen terlarut menjadi kecil akan menyebabkan ikan
susuh bernapas.
Setiap minggu penggantian air akuarium perlu dilakukan. Caranya dengan
membuang sepertiga bagian air akuarium untuk kemudian diganti air baru yang
telah diendapkan sehari semalam. Penggantian air yang dilewatkan melalui
sirkulator hendaknya dilakukan sedikit demi sedikit agar tidak menimbulkan
perubahan keasaman air secara drastis. Pada waktu bersamaan dibersihkan pula
segala isi filter dengan air yang sudah dibubuhi PK (Permanganan kalium),
lalu dijemur hingga benar-benar kering. Untuk memperoleh hasil kerja
maksimal, filter sebaiknya diganti setelah masa pemakaian 3 bulan.
Hati-hati dengan pakan.
Tidak dipungkiri,saat memberi pakan adalah saat-saat terindah memelihara
ikan buaya. Ikan buaya yang dalam kondisi biasa mempunyai gerakan lamban
seperti ikan malas akan berubah gesit kala memangsa ikan atau udang hidup
yang dicemplungkan sebagi pakan. Dalam secepat kilat ikan umpan yang semula
merasa aman hilir mudik di hadapan si buaya tiba-tiba sudah berada di
moncong panjangnya. Seekor ikan aligator berukuran panjang 20 cm dapat
menghabiskan 5 - 10 ekor udang atau ikan beukuran sedang dalam seketika
untuk sekali makan.
Pakan yang paling mudah didapat dan disukai ikan buaya memang berupa
ikan-ikan kecil hidup. Namun yang perlu diperhatikan, bila ada pakan tersisa
harus segera diangkat/dibersihkan, karena faeces yang dikeluarkannya bisa
membuat air akuarium cepat kotor. Sebaliknya bila ingin memberikan pakan
secara ad libitum (tersedia sepanjang waktu), udang hidup adalah yang
terbaik.
Diluar kesukaan si ikan aligator, pakan berupa ikan atau udang hidup tetap
mengandung risiko. Pasalnya pakan tersebut kadang sudah terscemari cendawan
Saprolegnia dan Ichthyophthirius multifiliis ditempat penampungannnya.
Maklum, kedua penyakit yang bisa dengan cepat menular kepada ikan peliharaan
itu tidak terlihat oleh mata telanjang.
Pada tahap dini serangan Saprolegnia dan Ichthyophthirius multifiliis tidak
berbahaya, tetapi bila tidak disegera ditangani akibatnya bisa fatal. Ikan
yang terserang mula-mula hanya merasakan gatal-gatal, sehingga kerap
menggesek-gesekkan tubuhnya pada dinding atau benda-benda di dalam akuarium.
Selanjutnya, gesekan menyebabkan sisik ikan terlepas. Dan ikan menjadi liar
alias stres. Jika ikan sudah stres hampir bisa dipastikan nafsu makannya
turun, bahakn mungkin tidak mau makan sama sekali dan akhirnya mati.
Mengatasi serangan cendawan tahan dinin bisa dilakukan dengan memberikan
beberapa tetes Tetra Aqua Safe dalam akuarium secara berkala. Tetra Aqua
Safe ini selain mengobati cendawan, juga sekaligus menjernihkan air. Tetapi
bila serangannya sudah parah, terapi yang dilakukan adalah dengan cara
emindahkan ikan ke akuarium bersih yang telah dicampur obat Tropical Fish
Medicine pada airnya. Lalu biarkan ikan beberapa jam disana, sambil akuarium
semula dikras total hingga benar-benar kering.
Selalin cendawan Saprolegnia dan bakteri ich, biasanya dalam pakan terbawa
cacing jangkar (Lernaena cyprinaceae) dan Argulus idicus yang berbentuk
bulat dan berwarna kehijauan. Kedua organisme itu juga dapat mengganggu
kesehatan ikan. Nah, agar terhindar dari organisme yangmerugikan, biasakan
ikan atau udang yang baru dibeli untuk pakan tidak langsung diberikan kepada
si aligator, melainkan harus dikarantinakan terlebih dahulu dengan
memasukkannya ke dalam air yang dibubuhi obat.
Semoga dengan penangann yang baik serta pakan yang bermutu, sang ikan
aligator dapat dinikmati keanggunannya setiap saat.

Rabu, 12 Agustus 2009

Hewan-Hewan Terkecil di Dunia

KATAK TERKECIL













Para peneliti berhasil mendeteksi spesies baru katak dari Lembah Cosqipata, Peru, yang unik dengan ukuran tubuh sangat kecil. Tanpa pengamatan seksama, katak yang hanya sebesar kuku jari manusia mungkin akan terlewatkan.
“Karakter yang paling unik dari spesies baru ini adalah ukurannya yang sangat kecil,” ujar para peneliti seperti dilaporkan dalam jurnal Copeia edisi terbaru. Katak betina hanya tumbuh hingga sepanjang 1,24 sentimeter saat dewasa, sementara yang jantan hanya 1,11 sentimeter.
Katak yang belum diberi nama ilmiah ini dikelompokkan dalam genus Noblella. Hidupnya pada ketinggian antara 3.025 dan 3.190 meter di Pegunungan Andes. Habitatnya berupa dedaunan yang jatuh di lantai hutan tropis pegunungan tersebut.
Menurut salah satu penelitinya, Alessandro Catenazzi dari Universitas California, AS, habitatnya juga di luar dugaan. Pada ketinggian lebih dari 3.000 meter, biasanya hanya ditemui spesies dengan ukuran lebih besar.

BURUNG HANTU TERKECIL MUNCUL DI PERU







Burung hantu langka bertubuh mungil, mungkin salah satu yang terkecil di dunia, untuk pertama kalinya terlihat di kawasan konservasi di Peru bagian utara. Burung hantu yang memiliki bulu-bulu panjang di sekitar matanya, yang berawarna oranye kemerahan, itu telah diidentifikasi sejak tahun 1976, namun hanya diketahui dari beberapa spesimen yang tertangkap jaring di malam hari.
Burung hantu yang diberi nama Xenoglaux, sesuai nama marganya yang berarti burung hantu aneh, hidup dalam hutan lebat di dataran tinggi pelosok Peru. Sebagaimana dilaporkan kelompok organisasi lingkungan Asosiasi Ekosistem Andes, burung hantu tersebut terlihat pada bulan Februari lalu saat para peneliti melakukan pengamatan di sebuah kawasan konservasi milik pribadi. Seekor burung hantu juga berhasil tertangkap jaring di malam hari dan sempat dipotret sebelum dilepaskan kembali ke ranting pepohonan.
"Melihat burung hantu berbulu panjang merupakan sesuatu yang mengesankan," kata David Geale, salah satu anggota tim peneliti burung. Mereka mengaku melihatnya tiga kali di siang hari dan berhasil merekam suaranya yang berulang-ulang di malam hari. Para peneliti menyebut keberhasilannya ini ibarat penemuan cawan suci dunia burung Amerika Selatan.
Sebab, keberadaannya diyakini ada sejak lama namun sangat sulit dicari. Populasinya di alam diperkirakan kurang dari 1.000 ekor bahkan mungkin kurang dari 250 ekor. Daya jelajahnya yang sempit membuatnya terancam punah karena pembalakan hutan yang terus berlangsung di kawasan tersebut.



ULAR TERKECIL DI DUNIA DITEMUKAN DI TIONGKOK

















Penduduk Chongqing menemukan seekor ular mini di koridor rumahnya. Ular seperti cacing ini mempunyai panjang hanya 8 cm, dengan diameter 0,3 cm. Pakar mengenalinya sebagai blind snake, ular terkecil di dunia.
Menurut Chongqing Business Daily, Wu percaya bahwa dia sudah menemukan spesimen ular terkecil di dunia, seperti yang dilaporkan oleh media, dan dia memutuskan untuk memelihara ular itu.


Menurut laporan, ular kecil ini mengonsumsi bahan-bahan yang sudah busuk. Wu mencoba memberinya makan lalat mati dan tomat lapuk; tetapi, sesudah enam hari, ular itu tidak memakannya.
Dosen Jiang Guofu dari School of Life Science di Southwest University, menegaskan bahwa ular itu memang ular terkecil di dunia.
Ular itu ditemukan di daerah barat daya Tiongkok. Perubahan fungsi tanah yang menjadi tanah pertanian telah membuat ular ini langka dalam 20 tahun terakhir.
Wu akan mendermakan ular itu kepada Southwest University untuk penelitian sesudah ular itu mati. (The Epoch Times/san)

Leptotyphlops carlae
Leptotyphlops carlae diklaim sebagai ular terkecil. ular yang ditemukan di bagian terluar kepulauan karibia barbados ini saat dewasa cuma punya panjang kurang dari 10 cm aja. (Associated Press)



THUMBELLINA... SI KUDA TERKECIL



















Foto : photobucket
Dia memang kecil banget, hanya 17 inci dan beratnya hanya 60 pon, tapi tetaplah seekor kuda seutuhnya. Terlahir dari ras kuda mini, dan lahir sebagai kuda cebol, Thumbellina adalah kuda terkecil di dunia.
Ia mungkin tidak akan mampu melompat tinggi, bahkan melompati ember saja kelihatannya sangat sulit. Tapi masalah ini sepertinya tidak akan diperhatikan oleh Thumbellina sendiri, karena ia baru saja dinobatkan sebagai kuda terkecil di dunia.

Kuda ini lahir di peternakan khusus kuda mini. Kuda mini normal ukurannya biasanya adalah 34 inci dan beratnya sekitar 250 pon. Sejak lahir, dia sudah kelihatan kecil, berat hanya 8 pon, dan berat maksimal yang bisa diraihnya adalah seperti sekarang, 60 pon.

Kelainan yang muncul padanya adalah kemampuan tumbuh yang memang terbatas, apalagi dia lahir di tengah-tengah ras kuda mini yang memang kecil, sehingga ia terlahir sebagai mini-nya kuda mini. Menurut pemilik Thumbellina, Thumbellina lebih suka bermain dengan anjing cocker spaniel milik mereka daripada dengan kuda-kuda yang ada dipeternakan

Karena badannya yang kecil, maka makannya juga tidak banyak, hanya semangkuk biji-bijian.


KUCING TERKECIL



















Pernah kepikiran ga sich jika ada kucing yang ukurannya kecil banget, padahal tuch kucing dah dewasa, tapi tubuhnya ga beda sama anak kucing?

Ternyata kucing dgn ukuran terkecil ini, bener-bener ada, dan telah masuk dalam Guinness Book of World Records sebagai kucing terkecil di dunia.

Berat kucing yg diberi nama Peebles ini hanya berukuran 3 pon atau sekitar 1,4 Kg. Kucing mungil lucu ini terdapat di sebuah klinik khusus hewan Good Shepherd di Pekin.

Menurut dokter hewan disana, ini kucing mengalami kelainan genetis, sehingga tdk dapat tumbuh normal seperti kucing lainnya.



IKAN HIU TERKECIL DI DUNIA














ORGANISASI pecinta satwa World Wild Fund menyatakan pejabat maritim dan aktivis Filipina berhasil menyelamatkan seekor ikan hiu yang dipercaya sebagai jenis hiu terkecil di dunia.

Kelompok pecinta satwa Filipina seperti diberitakan Telegraph.uk, Selasa (10/3/2009) mengatakan, ikan dengan panjang sekira 42 cm itu merupakan "Ikan hiu yang paling kecil sepanjang sejarah". Ikan itu ditemukan di kota Pilar di timur Filipina pekan lalu. Untuk menjaga habitatnya, baru-baru ini ikan itu dibebaskan ke perairan dalam.

WWF menyatakan, penemuan ini mengindikasikan kawasan tersebut merupakan tempat hidup mereka.

Kelompok pecinta satwa membandingkan hanya beberapa ekor anak hiu saja yang terlahir dengan ukuran sekecil itu. Project Manager WWF Elson Aca menyatakan, pada 1996, ditemukan hiu betina dalam kondisi mati berukuran antara 40 cm hingga 45 cm.

Sementara ikan hiu besar bisa mencapai ukuran bus. Kawanan ikan-ikan hiu itu kerap muncul pada Desember hingga Mei setiap tahunnya di utara Filipina dan menjadi tontonan menarik para turis.

Hiu yang ditemukan itu berciri titik-titik di bagian belakang dan memakan jenis plankton. Hiu yang dapat tumbuh hingga panjang sekira 13 meter itu diperkirakan dapat hidup selama 70 tahun.
(ton)


IKAN TERKECIL DI DUNIA DITEMUKAN DI SUMATERA








SEBESAR NYAMUK: Ikan paedocypris progenetica ini hanya sebesar nyamuk. Foto perbesaran ikan memperlihatkan bentuk tubuhnya yang transparan.(25) - SM/AFP

Ilmuwan Eropa dan Singapura Rabu kemarin mengumumkan penemuan spesies ikan yang diyakini sebagai ikan terkecil di dunia. Ikan dengan nama ilmiah paedocypris progenetica ini ditemukan di lahan gambut Sumatera. Tubuh ikan dewasa ini hanya sebesar nyamuk.
Paedocypris progenetica masih satu keluarga dengan ikan gurame. Para penemu ikan ini mempublikasikan temuan itu dalam jurnal ilmiah Proceedings terbitan Inggris.
Ikan dengan tubuh transparan itu hidup di lahan gambut yang berkadar asam tinggi di Sumatera. Lahan gambut, yang sering pula disebut sebagai rawa ''air hitam'' itu berkadar asam luar biasa tinggi. Kadar pH air lahan gambut ini hanya sampai ph3, kira-kira seasam apel kecut.
Para ilmuwan harus mengamati hewan ini dengan mikroskop stereoskopik khusus untuk bisa mengukur panjang ikan secara akurat.
Ikan dewasa terkecil yang berhasil ditangkap adalah Paedocypris progenetica betina. Panjang dari ujung mulut hingga ujung ekor hanya 7,9 mm. Jadi, selain sebagai ikan terkecil, spesies ini layak mendapat predikat sebagai vertebrata terkecil di dunia. Rekor ikan terkecil yang tercatat selama ini adalah ikan cebol Trimmatom nanus, yang panjangnya 8 mm.
Tim ilmuwan juga menemukan ikan sejenis, yakni P. micromegethes, di Sarawak, Malaysia.
Ikan-ikan itu ditemukan oleh Maurice Kottelat dan Tan Heok Hui, para peneliti pada Raffles Museum of Biodiversity Research di National University of Singapore.
Sirip-sirip ikan tersebut diduga merupakan hasil proses evolusi sebagai upaya beradaptasi dengan lingkungan lahan gambut yang unik itu.


MONYET TERKECIL MASIH HIDUP DI HUTAN SULAWESI TENGAH



















Sharon Gursky-Doyen
Salah satu tarsius (Tarsius pumilus) yang ditangkap tim pimpinan Sharon Gursky-Doyen di Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah.

Beratnya hanya sekitar 50 gram sehingga tarsius kerdil (Tarsius pumilus) sering dikenal sebagai monyet terkecil dunia meski sesungguhnya bukan termasuk monyet. Makhluk langka dan eksotis yang diduga hanya tinggal tersisa di hutan-hutan Sulawesi Utara ternyata masih hidup di Sulawesi Tengah.
"Ada banyak lusinan ekspedisi untuk mencarinya, semuanya gagal. Saya merasa harus pergi dan berusaha melihat langsung apakah mereka benar-benar ada atau telah punah," ujar Sharon Gursky-Doyen, profesor antropologi dari Texas A&M University, AS.
Usaha Gursky-Doyen membuahkan hasil setelah proposal ekspedisinya didanai National Geographic. Setelah menunggu selama dua bulan, para ilmuwan berhasil menjerat empat ekor tarsius di rimbunnya hutan Gunung Rore Katimbo yang termasuk dalam Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah. Tarsius tak ditemukan lagi di kawasan tersebut selama 80 tahun terakhir.
Satu di antaranya berhasil lolos dari jeratan. Sementara ketiganya kembali dilepaskan setelah dikalungi pemancar radio agar dapat dilacak pergerakannya. Tak mudah menangkap primata yang besarnya tak lebih dari segenggam tangan sehingga saat memasang alat pelacak tersebut, Gursky-Doyen sempat digigit salah satu tarsius.
Meski ukuran tubuhnya kecil, tarsius memiliki mata besar. Sosoknya dipakai sebagai salah satu karakter dalam film Gremlin tahun 1984. Hewan tersebut termasuk jenis nokturnal atau aktif malam hari dan memangsa serangga.
Tarsius kerdil tak lagi ditemukan di Sulteng sejak tahun 1921 meski masih ada sekitar 1800-an di Sulawesi Utara. Pada tahun 2000, seorang ilmuwan Indonesia tanpa sengaja menemukannya dalam keadaan mati terjerat dalam jebakan tikus. Namun, sejak saat itu tidak pernah ada yang melihatnya hidup-hidup di kawasan tersebut.
Tim yang dipimpin Gursky-Doyen melihat tarsius pertama kali pada Agustus 2008 pada ketinggian 2000 meter. Habitat yang membuatnya bertahan saat ini masih berupa hutan lebat yang berkabut dan sangat dingin.
"Pemerintah perlu mempertimbangkan kembali interaksi antara penduduk dan hewan yang hidup di sekitar Lore Lindu," ujar Gursky-Doyen. Hal tersebut merupakan cara mempertahanakn eksistensi satwa langka yang unik terseb

Label: , ,

Galery Rahmat

1. Dari hasil kunjungan yang kami lakukan ke Galeri Rahmat, kami dapati beberapa hal yang istilah penting, seperti:
a. Taksidermi, yaitu pengawetan binatang (dalam bahasa Inggris taxidermy, dari taksi gr + kulit), dengan mengeluarkan isi tubuh binatang dan menggantikannya dengan fiber dan sejenisnya.
b. Insektarium adalah tata saji koleksi serangga yang menggunakan "kotak nampan" yang dapat dilepas dan diganti secara periodik. Adapun serangga yang dikoleksi terlebih dahulu diawetkan dengan menggunakan bahan kimia seperti formalin kemudian disusun dalam “kotak nampan” sesuai dengan keinginan.
Insektarium yang ada di Galeri Rahmat antara lain:

LEPIDOPTERA (KUPU-KUPU SIANG)

1. DANAINAE/NYMPH
 Danaus chryshippus
 Euploea corecorinna
 Euploea mulciber
 Idea hestia
 Ideopsis gauta
 Euploea phaenareta
 Tanaecia iapis

2. NYMPHALIDAE
 Charaxes cognatus
 Cyrestis sp
 Hypolimnas balina
 Parthenas Sylvia
 Vindula sp
 Cethosia hypsea
 Tanaecia iapis
 Neptus hylas

3. PAPILIONIDAE
 Graphium euryphylus
 Graphium agetes
 Graphium agamemnon
 Graphium sarpedon
 Graphium sp
 Papilio androdes
 Papilio blumei
 Papilio demoleus
 Papilio demolion
 Papilio gigon
 Papilio helenus
 Papilio memhon
 Papilio paris
 Papilio peranthus
 Papilio polythes
 Papilio ulyses
 Troides helenus
 Troides sp
 Troyohoptera brookeana

4. PIERIDAE
 Applas glaucippe
 Catopsilia scyla
 Delias sp
 Eurema blonda
 Eurema hecabe
 Hebomia galucippe
 Pareronia valeria-intercen

5. SATYRINAE/NYMPH
 Elymnias sp
 Iphtyma sp
 Melanitis leda


COLEOPTERA (KUMBANG)

1. CERAMBYCIDAE

2. CUCANIDAE
 Alotopus rosenbergi
 Banded stag
 Black stag
 Lamprima adolphnae
 Scissor stag

3. HEMIPTERA
 Redbug

4. HOMOPTERA
 Black cicada

5. HYMENOPTERA
 Xylocopidae
• Confusa
• Lantiper
• Xylocopa
• Vespidae

6. ORTHOPTERA
 Acridae
 Polanga nigricornis
 Tetrigonidae
 Oxya chinensis

7. SCARABAEIDAE
 Chalcosoma atlas
 Chalcosoma caucasus
 Xylotrupes gedeon


KUPU-KUPU MALAM (NGENGAT) SUMATRA

LEPIDOPTERA
1. BRAHMAIDAE
 Brahmae henseyi
2. GEOMETRIDAE
 Dishpania malayanus
 Agatha sp
 Thynopteryx sp
 Agatha gigantea
3. NOCLUIDAE
 Amounera sp
 Phyllodes cydovii
 Erebus sp
4. GRANIDAE
 Lyssa zampa
 Uropteroides astheniata
5. SPHINGIDAE
 Acherontia lachesis
 Cechenena sp
 Ambulyx sp
6. ARCTIDAE
 Anas galactina
7. EUPLERATIDAE
 Euplerot sp

Jenis-Jenis Serangga yang ada di Galeri Rahmat :
1. Serangga penyerbuk
2. Serangga penghasil bahan industri
 Actias maenes
 Atlacus atlar
 Cricula tritenestrata
3. Serangga sebagai sumber protein
4. Serangga pemangsa
5. Kumbang Sumatra (Coleoptera)
 Brenthidae
 Endomycidae
 Chrysomelidae
 Passalidae
6. Serangga hama
7. Serangga berombak
8. Serangga diptera dan berahang

2. Dalam Galeri Rahmat, kami banyak menemukan pengetahuan yang baru mengenai hewan yang selama ini tak pernah kami ketahui sebelumnya. Diantaranya adalah:
a. Perbedaan bulu dengan rambut
Rambut adalah penutup tubuh binatang mamalia (binatang menyusui dan pastinya juga mempunyai susu) sedangkan bulu adalah penutup tubuh burung (aves) yang mempunyai bagian-bagian tertentu, seperti pangkal bulu, tangkai bulu, tulang bulu dan rambut-rambut halus yang menempel pada tulang bulu itu.

b. Perbedaan penyu dengan kura-kura
Evolusi Kura - Kura
Bagaimana batok kura-kura itu terbentuk dan berkembang dalam proses evolusinya, belum diperoleh keterangan yang jelas. Fosil kura-kura tertua kedua yang berasal dari Masa Trias (sekitar 210 juta tahun silam), Proganochelys, telah berbentuk mirip dengan kura-kura masa kini. Perbedaannya, tulang belulang di bagian punggung belum begitu melebar dan belum semuanya menyatu membentuk tempurung yang sempurna. Kura-kura purba hidup dan berkembang kurang lebih sejaman dengan dinosaurus. Archelon, misalnya, merupakan kura-kura raksasa yang diameter tubuhnya dapat mencapai lebih dari 4 m. Fosil kura-kura tertua yang ditemukan saat ini adalah Odontochelys yang ebrasal dari sekitar 220 juta tahun silam.
Banyak jenis kura-kura yang hidup sekarang mampu menyembunyikan kepala, kaki dan ekornya ke dalam tempurungnya, sehingga dapat menyelamatkan diri. Namun beberapa kura-kura primitif, seperti contohnya penyu, tak dapat menarik masuk anggota badannya itu.
Pengenalan Dasar Kura-Kura





Kerangka
Karakteristik utama yang membedakan chelonia dengan reptil lainnya adalah adanya tulang dan kantong tempurung. Tempurung ini dibentuk dari dua komponen utama, cangkang atas (carapace) dan dasar(plastorn) yang dihubungkan oleh tulang ridges. Tulang cangkang terdiri dari gabungan tulang iga dan vertabrata. Sedangkan tulang bagian dasarnya(plastorn) terdiri dari tulang abdominal dan clavicle. Tetapi tidak semua kura-kura memiliki tempurung yang keras dan bertulang. Beberapa kura-kura mempunyai tempurung yang fleksibel. Diantaranya adalah beberapa kura-kura air yang mempunyai kura-kura tempurung lunak (softshell) dan penyu leatherback. Bentuk tempurung pelindung yang keras menjadi dominasi di kura-kura darat dan jarang yang ada memperlihatkan fleksibilitas pada termpurungnya. Kebanyakan anakan kura-kura darat mempunyai fenestra (daerah terbuka) antara tulang cangkang (carapace)dan menyatu pada masa tuanya. Tetapi pada pancake tortoise (Malacochersus tornieri) daerah terbuka ini dipertahankan sampai dewasa. Spesies lainnya yang mempertahankan fenestra selama hidupnya adalah Manoria impressa, kura-kura darat tortoise dari Asia.

Keunikan lainnya yang penting pada kura-kura adalah pectoral dan pelvic gridles yang dibatasi/dilindungi dalam tulang iganya. Orientasi vertikalnya memberi dukungan dari dalam untuk tempurungnya dan memberi ventral anchor yang kuat untuk lengan-lengan dan otot-otot. Tulang lengan dari kura-kura sedikit berbeda dengan vertebrata lainnya.
Dua lapisan lainnya yang melindungi bagian dalam tempurung adalah lapisan tengah dan lapisan luar. Lapisan tengah kaya akan ujung ujung syaraf dan pembuluh-pembuluh darah yang kecil. Lapisan pelindung luar dari lapisan keratin yang terkenal dengan sebutan skat (scutes) atau juga sering disebut laminae. Skat ini diatur dalam beberapa seri. Setiap seri mempunyai nama masing-masing. Rata-rata ada 54 skat eksternal. Keliman/pertemuan skat luar ini tidak secara tepat dilapisi atau simetris dengan struktur tempurung di bawahnya. Skat ini menyediakan sebagai penguat tambahan yang telah diturunkan dari struktur kubah tempurung yang kuat. Tulang cangkang yang rata-rata ada 50, bersama lapisan skat luar yang terus tumbuh seumur hidup, walaupun pertumbuhannya melambat di hari tua. Pertumbuhan ini bisa dengan pertambahan keratin dibawah skat yang ada. Pertumbuhan baru berwarna pucat kadang-kadang berwarna dadu oleh karena adanya sel darah di daerah pertumbuhan itu dan mudah dideteksi secara visual. Bertolakan dengan kepercayaan yang populer, kura-kura tidak dapat ditebak umurnya bedasarkan menghitung lingkaran-lingkaran yang terlihat pada skat-skatnya. Beberapa lingkaran/cincin pertahun mungkin ada dalam masa periode pertumbuhan cepat. Pada spesimen yang sudah tua, kerusakan yang termakan waktu akan menghapus bersih tanda-tanda ini. Karapas kura-kura dibentuk dari kehidupan benar tisu yang sangat sensitif. Cara yang lama yang pernah dilakukan seperti mengebor atau mengikat kura-kura menyebabkan rasa yang menyakitkan bagi mereka. Dan ini juga membuka tisu lapisan tengah dan tulang dibawahnya dan dapat menyebabkan resiko infeksi yang sangat serius.

Satu fakta yang paling menarik adalah kura-kura mempunyai kapasitas untuk meregenerasi tulang dan tisu keratin secara spontan. Informasi ini sangat berguna dalam memperbaki kerusakan yang terjadi pada tempurung. Pada saat luka yang parah, matinya lapisan horny dan bony akan terjadi. Epidermis yang sehat di sekitar luka akan tumbuh dibawah tulang yang mati yang akhirnya diganti. Epidermis baru lalu dikeratin dan tulang baru dibentuk dibawahnya. Yang sangat mencengangkan kura-kura dapat mengganti kira-kira sepertiga dari tempurung dalam satu atau dua tahun melalui proses ini.




















Skat (Scutes)
Ada banyak variasi dalam bentuk skat, warna, ukuran dan bentuk di antara spesies dan genera. Terminologi skat berguna untuk mengidentifikasi spesies dan untuk dokter hewan menerangkan daerah luka atau infeksi dsb. Sayangnya, teminologi ini tidak universal karena adanya variasi nama yang digunakan oleh bermacam-macam authorities. Bentuk penamaan skat yang umum adalah sebagai berikut:

Di cangkang (carapace) biasanya ada lima single skat yang berada tengah yang dikenal sebagai vertebarl. Dan ini diapit oleh dua jalur skat pleural yang juga disebut costal. Lalu diikuti oleh seri seri skat kecil di sekitar ujungnya yang umumnya dikenal sebagai marginal atau periphera.

Di beberapa genera, ada satu skat, kadang berukuran kecil, skat nuchar(cervical) terdapat pada ujung cangkang tepat diatas leher dan skat supracaudal yang mungkin terpisah terdapat tepat di atas ekor. Adanya atau tidaknya skat nuchal dapat menjadi clue penting dalam pengidentifikasian spesies/taxa/genus. Contohnya, semua spesies dalam genus Testudo memiliki skat nuchal/cervical tetapi untuk genus Geochelone tidak ada.


Perlindungan plastorn disusun dalam enam pasang yaitu gular, humeral, pectoral, abdominal, femoral dan anal shield. Pelindung kecil dekat kaki depan adalah skat axillary dan pelindung di depan paha adalah skat inguinal.
Berdasarkan karapas dan struktur kerangka plastron, beberapa jenis kura-kura telah berevolusi pada mekanisma pertahanan yang luar biasa. Yang paling terkenal adalah kura-kura kotak Amerika Utara (North American turtle box). Mereka dipanggil seperti itu karena mereka memiliki plastron berengsel yang benar-benar fleksibel sehingga plastronnya dapat tertutup dengan rapat. Ketika plastronnya tertutup, kura-kura ini seperti kotak ornamen sehinga mereka dinamakan kura-kura kotak. Dengan cara inilah mereka melindungi bagian yang mudah diserang – cukup untuk menghalangi semua pemangsa bahkan pemangsa yang paling gigih sekalipun. Cari ini juga dipakai oleh kura-kura kotak Asia yang termasuk dalam genus Cuora. Berapa jenis yang memiliki engsel yang sama adalah kura-kura darat hinge-back tortoise(kinixys), kura-kura spider(pyxis arachnoids)

Kebiasaan Hidup
Kura-kura hidup di berbagai tempat, mulai daerah gurun, padang rumput, hutan, rawa, sungai dan laut. Sebagian jenisnya hidup sepenuhnya akuatik, baik di air tawar maupun di lautan. Kura-kura ada yang bersifat pemakan tumbuhan (herbivora), pemakan daging (karnivora) atau campuran (omnivora).
Kura-kura tidak memiliki gigi. Akan tetapi perkerasan tulang di moncong kura-kura sanggup memotong apa saja yang menjadi makanannya.
Ukuran tubuh kura-kura bermacam-macam, ada yang kecil ada yang besar. Biasanya ditunjukkan dengan panjang karapasnya (CL, carapace length). Kura-kura terbesar adalah penyu belimbing, yang karapasnya dapat mencapai panjang 300 cm. Labi-labi terbesar adalah labi-labi irian, dengan panjang karapas sekitar 51 inci. Sementara kura-kura raksasa dari Kep. Galapagos dan Kep. Seychelles panjangnya dapat melebihi 50 inci. Sedangkan yang terkecil adalah kura-kura mini dari Afrika Selatan, yang panjang karapasnya tidak melebihi 8 cm.
Kura-kura berbiak dengan bertelur (ovipar). Sejumlah beberapa butir (pada kura-kura darat) hingga lebih dari seratus butir telur (pada beberapa jenis penyu) diletakkan setiap kali bertelur, biasanya pada lubang pasir di tepi sungai atau laut, untuk kemudian ditimbun dan dibiarkan menetas dengan bantuan panas matahari. Telur penyu menetas kurang lebih setelah dua bulan (50-70 hari) tersimpan di pasir.
Jenis kelamin anak kura-kura yang bakal lahir salah satunya ditentukan oleh suhu pasir tempat telur-telur itu tersimpan. Pada kebanyakan jenis kura-kura, suhu di atas rata-rata kebiasaan akan menghasilkan hewan betina. Dan sebaliknya, suhu di bawah rata-rata cenderung menghasilkan banyak hewan jantan.
Kura-kura termasuk salah satu jenis hewan yang berumur panjang. Reptil ini dapat hidup puluhan tahun, bahkan seekor kura-kura darat dari Kep. Seychelles tercatat hidup selama 152 tahun (1766 – 1918).
Berikut merupakan jenis kura – kura yang diamati di Galeri Rahmat :
kura – kura radiate (Geochelone carbonaria), berasal dari Negara USA
kura – kura sulcata Africa (Geochelone sulcata), berasal dari Negara Afrika
kura – kura coklat raksasa (Manaoria emys), berasal dari Indonesia
kura – kura darat (Geochelone nigra partori)
dll
Cheloniidae, penyu
Penyu hidup sepenuhnya akuatik di lautan. Kecuali yang betina ketika bertelur, penyu boleh dikatakan tidak pernah lagi menginjak daratan setelah dia mengenal laut semenjak menetas dahulu. Kepala, kaki dan ekor penyu tak dapat ditarik masuk ke tempurungnya. Kaki-kaki penyu yang berbentuk dayung, dan lubang hidungnya yang berada di sisi atas moncongnya, merupakan bentuk adaptasi yang sempurna untuk kehidupan laut.
Penyu tersebar luas di samudera-samudera di seluruh dunia. Dari tujuh spesies anggota suku ini, enam di antaranya ditemukan di Indonesia.
Berikut merupakan jenis penyu yang diamati di Galeri Rahmat :
• Penyu hijau (Chelonia mydas)
• Penyu sisik (Eretmochelys imbricata)
Kedua penyu ini berasal dari Indonesia
Kura – kura dan Penyu
Kura-kura dan penyu adalah hewan bersisik berkaki empat yang termasuk golongan reptil. Bangsa hewan yang disebut (ordo) Testudinata (atau Chelonians) ini khas dan mudah dikenali dengan adanya ‘rumah’ atau batok (bony shell) yang keras dan kaku.
Batok kura-kura ini terdiri dari dua bagian. Bagian atas yang menutupi punggung disebut karapas (carapace) dan bagian bawah (ventral, perut) disebut plastron. Kemudian setiap bagiannya ini terdiri dari dua lapis. Lapis luar umumnya berupa sisik-sisik besar dan keras, dan tersusun seperti genting; sementara lapis bagian dalam berupa lempeng-lempeng tulang yang tersusun rapat seperti tempurung. Perkecualian terdapat pada kelompok labi-labi (Trionychoidea) dan jenis penyu belimbing, yang lapis luarnya tiada bersisik dan digantikan lapisan kulit di bagian luar tempurung tulangnya.



Kura-kura dan Penyu
Rentang fosil: Masa Trias - kini


"Chelonia" dari karya Ernst Haeckel Artforms of Nature, 1904
Klasifikasi ilmiah

Kerajaan: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Sauropsida

Ordo: Testudinata
Linnaeus, 1758


Subordo
Cryptodira
Pleurodira
Mengenai suku-suku Testudinata, lihat pada uraian.

Kura-kura dan Penyu
Rentang fosil: Masa Trias - kini












"Chelonia" dari karya Ernst Haeckel Artforms of Nature, 1904

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan:

Animalia

Filum:

Chordata

Kelas:

Sauropsida

Ordo:

Testudinata
Linnaeus, 1758

Subordo

Cryptodira
Pleurodira





Dari semua pembahasan mengenai kura-kura dan penyu di atas, maka kami simpulkan bahwa perbedaan kura-kura dengan penyu adalah:
Berdasarkan tempurungnya
kura – kura :
1. mempunyai tempurung yang keras dan bertulang (batok)
2. bentuknya lebih menggunung
3. anggota tubuh seperti kaki dan kepala bisa masuk dalam tempurung
penyu :
1. tempurungnya fleksibel dan lunak
2. bentuk tempurungnya agak landai dan melebar
3. anggota tubuh seperti kaki, kepala dan ekor tidak dapat masuk ke dalam tempurung.
Berdasarkan Habitatnya dan Bentuk Kaki
Kura –kura :
 Kura-kura hidup di berbagai tempat, mulai daerah gurun, padang rumput, hutan, rawa, sungai dan laut. Sebagian jenisnya hidup sepenuhnya akuatik, baik di air tawar maupun di lautan.
 Bentuk kakinya menjari dan lebih tegak bila dibandingkan dengan penyu, untuk mempermudah kura – kura berjlan di darat atau pantai.
Penyu
• Penyu hidup sepenuhnya akuatik di lautan. Kecuali yang betina ketika bertelur berada di darat
• Kaki-kaki penyu yang berbentuk dayung yang mempermudah penyu untuk berenang di perairan.
Berdasarkan Tingkah Laku
Penyu sangat spesial,, penyu itu mengenal yang namanya “mudik” hanya bedanya adalah penyu akan kembali ke tempat kelahirannya ketika akan melahirkan.
Jadi bila penyu melahirkan di perairan Indonesia dan bermigrasi di benua Amerika atau Afrika, pasti suatu saat penyu akan melahirkan, penyu akan kembali ke tempat asalnya.
Sedangkan kura – kura tidak mengalami perpindahan habitat secara khusus.

c. Tipe paruh pada berbagai jenis burung (Aves)
Kelas Aves
Burung termasuk dalam kelas aves dan beranggotakan lebih kurang 9000 spesies. Meski burung tidak mempunyai gigi dan hanya memiliki ekor, hewan ini mempunyai kesamaan ciri dengan reptil, seperti bentuk tubuh, sisik kaki, paruh yang keras dan termasuk hewan ovivar yang menghasilkan telur amniotik bercangkang keras.
Klasifikasi burung berdasarkan tipe paruh, habitat dan tingkah laku. Keberagaman terlihat dari beragamnya ordo, antara lain burung pemburu yang memiliki paruh menukik dan cakar tajam, burung pantai yang memiliki paruh yang ramping dan tajam serta tungkai yang panjang, burung pelatuk yang berparuh seperti pahat dengan tipe kaki penggenggam, burung air yang mempunyai jari bersirip dan paruh lebar, penguin yang memodifikasi sayap seperti dayung, dan burung pengicau yang memiliki tipe kaki untuk bertengger. Burung adalah satu-satunya hewan modern yang berbulu. Bulu tersebut merupakan modifikasi dari sisik reptile. Ada dua jenis bulu, yaitu bulu terbang dan bulu bawah yang berguna untuk menghalangi hilangnya panas tubuh

Secara umum
Pada habitat aves terdapat telur yang mewakili sebagai salah satu indikator hasil pembuahan.

Bentuk paruh
1. Kenari Corona : paruhnya kecil, pendek, tidak tajam. Warna bulu kuning ditambah hitam pada sayap.
2. Giant Hummingbird : paruhnya panjang, runcing. Warna bulu kecoklatan.
3. Kenari : paruhnya kecil, pendek, runcing. Warna putih kekuningan.
4. Gold Finch : paruhnya pendek, runcing. Warna coklat muda.
5. Beo Nias : paruhnya agak panjang, runcing. Warna hitam ditambah kuning.
6. Beo Mino Emas : paruhnya lebih panjang, runcing. Warna hitam.
7. Cockatiel : paruhnya kecil, pendek, tidak runcing seperti ayam. Warna putih kekuningan.
8. Jalak Bali : paruhnya panjang, runcing. Warna putih dan coklat.

KINGDOM OF BIRD

No

Indonesia

Inggris

Latin

Asal

1

Beo Mino Muka kuning

Yellow Faced Myna

Mino dumontii

Indonesia

2

Cockatiel

Cockatiel

Nymphicis hollandicus

Australia

3

Pao Cacing

Banded Pitta

Pitta guajana

Indonesia

4

Jalak Sulawesi

Finch Billed Myna

Scissirostrum clubium

Indonesia

5

Pelatuk Besi

Common Golden Back

Dinopium javanense

Indonesia

6

Nuri Hitam

Black Lory

Chalcopsitta atra

Indonesia

7

Beo Mino Emas

Golden Myna

Mino anais

Indonesia

8

Beo Nias

Hill Myna

Gracula religiwa

Indonesia

9

Jalak Bali

Bali Myna

Leucopsar lothschildi

Indonesia

10

Kasturi Kepala Hitam

Black Caped Lory

Lorius lory

Indonesia


No Indonesia Inggris Latin Asal
1 Beo Mino Muka kuning Yellow Faced Myna Mino dumontii Indonesia
2 Cockatiel Cockatiel Nymphicis hollandicus Australia
3 Pao Cacing Banded Pitta Pitta guajana Indonesia
4 Jalak Sulawesi Finch Billed Myna Scissirostrum clubium Indonesia
5 Pelatuk Besi Common Golden Back Dinopium javanense Indonesia
6 Nuri Hitam Black Lory Chalcopsitta atra Indonesia
7 Beo Mino Emas Golden Myna Mino anais Indonesia
8 Beo Nias Hill Myna Gracula religiwa Indonesia
9 Jalak Bali Bali Myna Leucopsar lothschildi Indonesia
10 Kasturi Kepala Hitam Black Caped Lory Lorius lory Indonesia


d. Tanduk pada rusa

Berbagai tanduk pada rusa:
• Tanduk 3 cabang 6 yaitu rusa Mule: Odocolleus hemianus berasal dari New Zealand
• Tanduk 2 cabang 3 yaitu rusa Sika : Cervus Nippon berasal dari New Zealand
• Tanduk 2 tanpa cabang yaitu Sable : Hipotsagus niger berasal dari Afrika
• Tanduk 2 cabang 6 dan ujungnya melebar seperti daun yaitu rusa Fallow : Dama dama berasal dari New Zealand

Jumlah cabang tanduk menyatakan jumlah umur rusa tersebut. Semakin dewasa, tanduknya semakin besar dan kuat.














Rusa, sambar, atau menjangan adalah hewan mamalia pemamah biak (ruminan) yang termasuk familia Cervidae. Salah satu ciri khas rusa adalah adanya antler atau dalam bahasa Indonesia disebut rangga (tanduk rusa), dan bukan tanduk, yang merupakan pertumbuhan tulang yang berkembang setiap tahun (biasanya pada musim panas) terutama pada rusa jantan (walaupun ada beberapa pengecualian). Ada sekitar 34 spesies rusa di seluruh dunia yang terbagi menjadi dua kelompok besar: kelompok rusa dunia lama yang termasuk subfamilia Muntiacinae dan Cervinae; serta kelompok rusa dunia baru, Hydropotinae dan Odocoilinae.
Tanduk adalah senjata rusa

Seperti juga tanduk pada binatang lain, tanduk rusa berguna untuk melindungi diri. Rusa yang bertanduk hanya rusa jantan. Tanduknya biasanya tajam dan bercabang dan disebut rangga. Tidak seperti pada binatang lain, tanduk rusa akan tumbuh dan tanggal secara musiman. Tanduk ini berguna pada musim kawin, saat rusa-rusa jantan memperebutkan betinanya. Rusa-rusa jantan berkelahi dengan dengan menggunakan tanduknya yang tajam sebagai senjatanya. Rusa jantan yang menag dapat mengawini betinanya. Dan biasanya rusa jantan yang menang bisa mengawini beberapa rusa betina dalam satu kelompok tersebut.
Ada jenis rusa yang hanya hidup di indonesia, yaitu rusa Bawean. Rusa ini hanya ada di Pulau Bawean. Pulau Bawean terletak 5°46′ LS 112°40′ BT. Rusa Bawean dapat dibedakan dengan rusa jenis yang lainnya. Karena Rusa Bawean memiliki ciri khas tersendiri yaitu tanduknya. Tanduk rusa bawean ramping dan bercabang tiga.

Kapan tanduk rusa akan lepas?

Tanduk rusa tumbuh secara musiman, dan tumbuh setelah rusa berumur dua tahun. Pada musim dingin tanduk rusa lepas dari alasnya. Pada musim semi tanduk akan tubuh kembali. Tanduk baru tertutup oleh lapisan kulit lembut mirip beludru. Pada musim panas tanduk tumbuh bertambah besar dan bercabang-cabang. Pada musim gugur kulit lembut mirip beludru itu akan lepas. Akhirnya tanduk rusa mempunyai sepasang tanduk yang kokoh, keras dan tajam. Semakin tua umur rusa, semakin banyak cabang tanduknya.
Untuk memperoleh kemenangan, setiap rusa selalu menjaga ketajaman tanduk mereka masing-masing. Para rusa menjaga ketajaman tanduk mereka dengan cara mengosok-gosokkan tanduknya ke pohon. Dengan sering menggosokan tanduk ke batang pohon maka tanduk rusa tersebut akan semakin tajam. Selain untuk memperebutkan betina. Tujuan lain dari mempertajam tanduk adalah unuk mempertahankan diri dari serangan musuh seprti, singa, macan tutul dan serilaga. Seperti yang kita sering lihat adalah rusa kutub mempertahankan diri dari serangan serigala dengan menggunakan menggunakan tanduknya yang tajam dan besar. Bukan hanya rusa yang selalu merawat tanduknya agar selalu tajkam dan dapat menjadi senjata andalannya. Macan tutulpun menggaruk-garukkan kuku mereka ke pohon. Kucing dan babi hutan pun melakukan hal yang sama seperti rusa dan macan tutul. Senjata kucing adalah cakarnya sedangkan babi hutan adalah taringnya. Mereka pun selalu menggosok-gosokan senjata mereka ke pohon agar tetap tajam.

e. Tipe loreng pada berbagai jenis harimau

Kuning kemerahan sampai kuning pucat dengan loreng hitam dan putih merupakan ciri utama. Loreng setiap harimau berbeda-beda demikian juga dari bagian kedua sisi harimau juga berbeda. Loreng bervariasi dalam jumlah, juga ketebalannya serta kecenderungan untuk terpecah atau menjadi totol-totol. Garis hitam di atas mata biasanya simetris, tetapi penampakan wajah kedua sisinya bisa saja berbeda. Tidak ada dua harimau yang mempunyai penampakan yang sama. Jantan biasanya mempunyai kerut lebih mencolok, khususnya yang ditampakkan oleh harimau sumatera.
Loreng pada kebanyakan harimau bervariasi dari coklat ke hitam. Bentuk dan kepadatan lorengnya berbeda-beda subspesies satu dengan yang lain, tapi hampir semua harimau memiliki lebih dari 100 loreng. Harimau Jawa yang sekarang sudah punah kemungkinan memiliki loreng yang lebih banyak lagi. Pola loreng unik setiap harimau, dan dapat digunakan untuk membedakan satu sama lain, mirip dengan fungsi cap jari yang digunakan untuk mengindentifikasi orang. Ini bukan, bagaimanapun juga, metode pengidentifikasian yang disarankan, terkait kesulitan untuk merekam pola loreng pada harimau liar. Sepertinya fungsi loreng adalah untuk kamuflase, untuk menyembunyikan mereka dari mangsanya.
Loreng harimau, berfungsi untuk kamuflase; tersamar di antara bayangan pohon di lantai hutan. Akibat keindahan kulitnya, harimau diburu.
Belang harimau sumatra lebih tipis daripada subspesies harimau lain. Subspesies ini juga punya lebih banyak janggut serta surai dibandingkan subspesies lain, terutama harimau jantan.

f. Berbagai jenis caling pada babi dan cula pada badak

CALING PADA BABI
Babi rusa memiliki 4 sub species yang hanya terdapat di Pulau Buru, Kepulauan Sula, Sulawesi Tengah, bagian Timur dan Kepulauan Togian (Sulawesi Tengah). Masyarakat asli Pulau Buru menyebutnya Fafu Boti yang artinya babi putih yang terdiri dari dua jenis, Bile dan Fafu Boti / Babi putih. Fafu Boti inilah yang dikenal sebagai bagai rusa. Kedua jenis ini sering berjalan bersama.
Beda antara Bile dan Fafu Boti, Bile warna tubuhnya lebih gelap (putih agak keabu-abuan) dan tubuhnya kecil bila dibandingkan dengan Fafu Boti. Babi putih memiliki nama yang berbeda-beda tergantung dari ukuran naniri-nya, yaitu taring yang tumbuh pada kedua sisi mulutnya sebagai senjata untuk membela diri. Bila naniri-nya baru tumbuh, maka binatang itu disebut Paktout, dan kalau sudah panjang melingkar, Pakiplalit. Lain lagi kalau babi putih ini besar dan naniri-nya pun besar dan melingkar, maka disebut, Sekanotin.
Untuk membedakan mana jenis yang jantan dan mana yang betina tidak terlampau sulit. Yang betina tidak memiliki naniri, sedangkan yang jantan dewasa berukuran lebih besar dari ukuran babi jenis lain yang ada di Pulau Buru. Badannya pun lebih panjang, dengan kaki depan yang lebih pendek dari kaki belakang. Taringnya tidak pernah digosok-gosokkan di batu seperti babi lainnya serta kulitnya yang 'lembek' pun tidak keras. Hanya saja jenis ini selalu berusaha untuk mematahkan taringnya. Sebab, kalau taringnya terus memanjang, akibatnya akan menusuk ke matanya. Sehingga dapat dikatakan, bahwa umur babi juga ditentukan oleh naniri-nya sendiri.

CULA PADA BADAK
Saat ini tercatat ada lima jenis badak, yakni badak sumatera bercula dua (Dicerorhinus sumatrensis), badak jawa bercula satu (Rhinocerus sondaicus), badak india bercula satu (Rhinocerus unicornis), badak hitam afrika bercula dua (Diceros bicormis), dan badak putih afrika bercula dua (Cerathoterium simum).
Rhinoceros diambil dari istilah Yunani. Rhino berarti hidung, dan ceros berarti cula. Rata-rata sang cula dapat mencapai panjang 50 cm. Pernah dilaporkan ada yang mencapai 80 cm. Cula kedua pada badak sumatera lebih kecil 5-10 cm. Warnanya kelabu tua sampai hitam. Bagian ujung biasanya lebih gelap dari bagian pangkal.
Sang cula inilah yang di kemudian hari menentukan nasib badak. Di Eropa dan Asia, cula badak dianggap ramuan mujarab untuk obat kuat lelaki dan dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Maka, cula badak jadi laris di Cina dan Hong Kong. Di sana, menurut Yayasan Mitra Rhino, harga cula bisa mencapai US$ 20.000 per kilogram di pasar gelap.
Padahal, yang ada dalam cula kebanyakan zat keratin. Cula merupakan perkembangan dari kulit. Ia tidak bersambung dengan tulang atap kepala, meski tulang itu menyokong kokohnya cula. ''Itu cuma takhayul. Sampai sekarang tidak ada bukti tentang khasiat itu.

3. Kasus hewan kepala dua sama halnya dengan kasus kembar siam pada manusia. Kembar siam adalah keadaan anak kembar yang tubuh keduanya bersatu. Hal ini terjadi apabila zigot dari bayi kembar identik gagal terpisah secara sempurna. Secara garis besar, kembar dibagi menjadi dua. Monozigot, kembar yang berasal dari satu telur dan dizigot kembar yang berasal dari dua telur. Dari seluruh jumlah kelahiran kembar, sepertiganya adalah monozigot. Kembar dizigot berarti dua telur matang dalam waktu bersamaan, lalu dibuahi oleh sperma. Akibatnya, kedua sel telur itu mengalami pembuahan dalam waktu bersamaan. Sedangkan kembar monozigot berarti satu telur yang dibuahi sperma, lalu membelah dua. Begitu pula pada hewan, terjadinya hewan berkepala dua disebabkan zigot dari hewan tersebut gagal berpisah dengan sempurna, baik itu yang berasal dari monozigot ataupun dari dizigot.

4. Daftar spesies yang paling terancam punah (genting) versi WCS tersebut adalah sebagai berikut:
1. Burung booby Abbott
Burung laut besar yang memiliki warna khas hitam putih ini hanya hidup di Pulau Christmas, di Samudera India.
2. Kambing Addax
Antelop atau sejenis kambing gunung yang memiliki tanduk spiral yang panjang ini aktif di malam hari dan hidup di gumuk pasir Gurun Sahara.
3. Ikan hiu malaikat
Predator laut yang aktif di malam hari, menjelajah dekat dasar laut di perairan Atlantik bagian Utara, Laut wcs release rerest of the rareMediterania, dan Laut Hitam.
4. Burung puyuh Florican Benggala
Burung puyuh darat berukuran besar ini hanya hidup di Kamboja, Nepal, Vietnam, dan India.
5. Monyet tamarin singa berwajah hitam
Jenis primata ini hidup di lubang pepohonan yang dibuat burung pelatuk dan makan serangga, buah, serta tumbuh-tumbuhan. Ditemukan pertama kali tahun 1990 di Superagui, Brazil dan jumlhanya tinggal tersisa 400 ekor.
6. Penyu Birma
Salah satu jenis penyu endemik Myanmar ini pernah banyak ditemui di sungai-sungai bagian tenag hingga selatan Myanmar. Namun, saatini sudah sangat jarang akibat perburuan daging maupun telurnya.
7. Capung Sri Lanka
Dari 53 spesies capung endemik di Sri Lanka, 20 di antaranya terancam punah.
8. Katak hijau beracun Panama
Jenis katak dari Panama ini menghadapi kematian massal akibat wabah penyakit mematikan yang dibawa jamur.
9. Paus Atlantik Utara
Diburu sejak abad ke-10, jenis paus yang betanya mencapai 100 ton ini tinggal tersisa 350 ekor.
10. Iguana Ricord
Jenis reptil yang kulit terluarnya sangat cantik ini hanya ditemui di kawasan kering di barat daya Republik Dominika.
11. Kuda nil kerdil
Kuda nil bertubuh kecil yang hidup di hutan-hutan bagian utara LIberia, Guinea, Pantai Gading, dan Sierra Lione.
12. Badak Sumatera
Hewan tersebut dikenal juga dengan sebutan badak Asia bermabut atau badak bercula dua. Badak yang hidup di hutan tropis Indonesia dan Malaysia diperkiraka tinggal tersisa 300 ekor.
13. Kucing Emas Asia


















(Other Names: Asiatische Goldkatze, Chat de Temminck, Chat Doré d'Asie, Gato Dorado Asiatico, Golden Cat, Harimau Anjing, Hso Hpai, Huang Hu, Jin Mao, Kuching Mas, Kucing Emas, Kucing Tulap, Kya Min, Kyaung Min, Miao Thon, Shonali Biral, Sua Fai, Sua Meo, Sua Pa, Temminck's Cat, Zhi Ma Bao)
Catopuma temminckii (Felis t.)
Status: Vulnerable

HARIMAU SUMATRA (Panthera tigris sumatrae)














Harimau Sumatera merupakan satu-satunya dari subspesies Harimau yang masih tersisa di Indonesia. Keberadaannya hingga saat ini semakin mengkhawatirkan. Kehilangan habitat dan mangsa (Bovidae dan Cervidae) menyebabkan satwa yang hidup di pulau sumatera ini semakin terancam keberadaannya. Saat ini diperkirakan berkisar 400-500 ekor yang masih tersisa di alam (Seidenstiker,1999). Keadaan yang mengkhawatirkan inilah yang menyebabkan Harimau sumatera berstatus critically endangered (IUCN 2004). Selain itu juga, dengan maraknya perburuan dan perdagangan menjadikan Harimau sumatera tergolong Appendix I (CITES) artinya satwa yang dilarang keras untuk diperdagangkan dengan alasan apapun.

Harimau merupakan satwa yang menempati posisi puncak dalam rantai makanan di hutan tropis. Peranannya sebagai top predator, menjadikan harimau menjadi salah satu satwa yang berperan penting dalam keseimbangan ekosistem. Kepunahan akan terjadi pada Harimau sumatera apabila ancaman terhadap kehidupan satwa ini terus berlangsung, seperti halnya yang terjadi pada Harimau bali (Pantera tigris balica) dan Harimau jawa (Pantera tigris sondaica) yang mengalami kepunahan sejak tahun 1940-an dan 1980-an.


Holdridge’s Toad
Kodok yang tinggal di Kostarika ini telah digolongkan punah. Meskipun pencarian telah berulangkali dilakukan, namun peneliti tidak pernah lagi menemukan spesies ini di habitat hutan hujannya sejak 1986.
Rameshwaram Parachute Spider
Hanya diketahui hidup di wilayah kecil pulau Rameshwaran dan di dekat India, laba-laba parasut ini adalah spesies tarantula dengan status sangat terancam kepunahan.
Laba-laba ini diperkirakan tinggal 500 individu yang masih bertahan hidup, karena habitat pepohonannya ditebang dan kebanyakan diubah menjadi tempat peristirahatan wisatawan.
Purple Marsh Crab
Hanya ditemukan hidup di wilayah rawa Guinea, Afrika Barat, kepiting berwarna ke-ungu-ungu-an ini tinggal di dalam lubang lumpur saat musim kemarau agar tetap basah. Spesies pertama dari hewan yang hidup di dua alam ini (air dan darat, bukan alam nyata n alam gaib) ditemukan sekitar tahun 2005.
Penghitungan populasi dari kepiting ini mengubah titelnya dari sangat rawan menjadi terancam punah.
Grey-Faced Sengi
Sengi adalah spesies yang baru dikenali pada tahun 2005 lalu. Hewan ini diberi label rawan, karena habitatnya yang terbatas. Sengi diketahui tinggal hanya di dua hutan di pegunungan Udzungwa, Tanzania, yang rawan kebakaran hutan akibat kekeringan dan peluasan pemukiman penduduk.
Fishing Cat
Dengan spesialisasi sebagai pemburu di wilayah rawa, kucing ini adalah perenang yang jago dan selalu berburu ikan sebagai makanannya.
Kucing (yang kadang keliatan keren) ini berubah status dari rawan menjadi terancam karena populasinya terus menurun belakangan ini. Pengeringan rawa untuk pertanian, penebangan hutan bakau, penangkapan ikan yang berlebihan, dan peningkatan level polusi mempercepat kelangkaannya.
Caspian Seal
Sempat diduga memiliki populasi lebih dari sejuta ekor, jumlahnya menurun hingga 90% dalam seabad terakhir. Anjing laut ini pun naik peringkat dari “rawan” menjadi “terancam”.
Mereka hidup di wilayah Laut Kaspia, sebuah perairan tertutup yang menjadi batas antara Eropa Timur, Asia, dan Timur Tengah. Spesies ini terpengaruh oleh penyakit, polusi, dan kematian karena jaring penangkap ikan.
Cuban Crocodile
Penurunan populasi hingga lebih dari 80% dalam tiga tahun merubah status buaya Kuba dari “endangered” menjadi “critically endangered”.
Perburuan, perkelahian dengan jenis buaya lain, dan penurunan kualitas lingkungan mempengaruhi kelangkaan jenis buaya air tawar kecil, yang hanya hidup di Kuba.
Tasmanian Devil
Tidak diperkirakan akan menjadi langka dalam daftar sebelumnya, Tasmanian Devil Australia mengalami pengurangan jumlah hingga 60% dalam sepuluh tahun terakhir karena kanker yang menular dan mematikan.
Sang “devil” sekarang masuk dalam daftar hewan yang terancam punah. Populasi yang tidak terkena penyakit diberi ruang yang terpisah untuk mencegah penularan dan merencanakan pengembalian jumlah populasi.
Iberian Lynx
Dengan populasi hanya sekitar 84 – 143 dewasa yang hidup di wilayah terisolasi di Portugal dan Spanyol, Lynx ini dikategorikan “critically endangered” dalam daftar tahun 2008.
Lynx bergantung pada kelinci dalam hal makanannya. Namun populasi kelinci liar Eropa terus menurun karena penyakit, dan hal ini berdampak pada lynx.
Kematian karena lalu lintas dan jebakan yang dipasang untuk kelinci, juga penyakit, perburuan liar, dan habitat yang terus menyempit menjadi penyebab semakin langkanya lynx.
Rusa Pere David yang hidup di China, menjadi spesies yang dikategorikan langka oleh Daftar Merah Spesies Terancam IUCN (International Union for Conservation of Nature).
Dari 45000 spesies yang dinilai dalam daftar, 38% sudah mendekati punah. Survey juga menyatakan bahwa sejak tahun 1500 sedikitnya 76 mamalia telah punah dari muka bumi.

Label: , ,